KEUTAMAAN SURAH AL-WAQI'AH



Surah Al-Waqiah adalah surah ke-56 dalam Al-Qur’an di mana surah ini terdiri atas 96 ayat, termasuk golongan surah Makiyah dan surat Al-Waqi’ah ini diturunkan setelah surah Thaha.

Fadhilah membaca surah Al-Waqi’ah di antaranya adalah:
1.    Jika dibaca setiap malam sebagai wirid (amalan), maka tidak akan ditimpa kepapaan (kemiskinan).
Sebagaimana Nabi SAW bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةُ الْوَاقِعَةِ كُلَّ لَيْلَةِ لَمْ تَصِبْهُ فَاقَةٌ سُوْرَةُ الْوَاقِعَةِ سُوْرَةُ الْغِنَى فَاقْرَءُ وْهَا وَعَلِّمُوْهَا أَوْلَادَكُمْ
“Barang siapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam, maka tidak akan menimpa kepadanya kepapaan. Dan surat Al-Waqi’ah adalah surat kaya, maka bacalah dan ajarkanlah kepada anak-anak kamu.”

2.    Berkata Masruq: “Siapa ingin mengetahui cerita orang-orang terdahulu dan orang-orang terkemudian, serta cerita ahli surga dan ahli neraka, penduduk dunia dan akhirat, maka bacalah surah Al-Waqi’ah.” (Tafsir Jamal, Juz IV halaman 269)

3.    Imam Ja’far ra. Berkata: “Barang siapa membaca surah Al-Waqi’ah di waktu pagi ketika keluar dari rumahnya untuk bekerja atau untuk mencari kebutuhan, maka Allah Ta’ala mempermudah rizkinya dan mendatangkan hajatnya. Dan barang siapa membaca surah Al-Waqi’ah di waktu pagi dan sore, maka dia tidak akan kelaparan atau kehausan dana tidak akan takut terhadapa orang yang akan memfitnah, sedangkan fitnahnya kembali kepada orang itu.” (Khazinatul Asrar Kubra, hal. 360)

4.    Disebutkan dalam Khawashul Qur’an, siapa yang membaca surah Al-Waqi’ah sebanyak 41 kali dalam satu majelis, maka didatangkannya hajatnya terutama urusan rezeki. Dan barang siapa membaca surah Al-Waqi’ah sesudah shalat asar sebanyak 41 kali dalam satu majelis, maka didatangkan hajatnya terutama urusan rezeki. Aturan tersebut adalah mujarab. Jika menginginkan datangnya rezeki dari Allah dengan tak terkira-kira datangnya, maka bacalah surah Al-Waqi’ah selama 40 hari berturut-turut jangan terputus dan setiap harinya dibaca 40 kali.

5.    Dengan mewiridkan surah Al-Waqi’ah sebagai bacaan rutin setiap hari dan malam, maka Allah menjauhkan kefakiran selamany. Sa’ad Al-Mufti mengatakan hadits ini shahih.


مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْوَاقِعَةِ لَمْ يَفْتَقِرْ اَبَدًا
“Barang siapa membiasakan membaca surah Al-Waqi’ah, maka ia tidak akan kefakiran selamanya.”

Subhanallah, begitu besarnya khasiat surah Al-Waqi’ah apalagi untuk urusan rezeki, sampai-sampai Nabi SAW menyebut surah ini sebagai surah kekayaan. Marilah kita bersama-sama mengamalkan membaca surah ini setiap hari sebagai amal ibadah kita kepada Allah dan salah satu ikhtiar kita untuk mempermudah datangnya rezeki-Nya Allah.



Referensi:
Buku Dzikir dan Do’a Bersama Nur Al-Mu’min oleh Syeikh Muhammad Efendi Sa’ad

Keutamaan (Fadhilah) Surah Yasin


Keutamaan Surah Yasin

Keutamaan (Fadhilah) Surah Yasin
Surah Yasin merupakan surah ke-36 yang terdiri dari 83 ayat, teramasuk ke dalam golongan surah Makiyyah. Surah ini merupakan jantung Al-Qur’an, sehingga banyak sekali fadhilah dan khasiat bagi para pembacanya, diantaranya:

1.       Jika dibacakan kepada orang yang sekarat (akan meninggal dunia), dapat mempermudah keluarnya ruh.
Rasulullah saw. bersabda:
“Bacakanlah untuk orang yang akan mati surah Yasin” (HR. Abu Daud)

2.       Dengan membaca surah Yasin Allah menetapkan pahala seperti membaca Al-Qur’an 10 kali.
Dari Anas ra. Rasulullah saw. bersabda:
“Sesungguhnya setiap sesuatu ada jantung hatinya, sedangkan jantung hati Al-Qur’an adalah surah Yasin. Maka Allah menetapkan baginya seperti membaca Al-Qur’an sepuluh kali.”

3.       Dapat memberi syafaat bagi pembacanya, memberi ampunan pendengarnya, mendapatkan kebagikan di dunia, hilang ketaukatannya di hari kiamat, menolak kejahatan dan didatangkan segala hajatnya.
Dari Aisyah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda:
“Bahwasanya di dalam Al-Qur’an itu ada satu surah yang dapat member syafaat kepada pembacanya dan member ampunan bagi pendengarnya, ketahuilah yaitu surat Yasin, dalam Taurat dinamakan Al-Mu’ammah. Ditanyakan: ‘Ya Rasulullah, apakah Al-Mu’ammah itu?’ Beliau bersabda: ‘Yang menjadi penyebab bagi orang yang membaca dan mendengar mendapatkan kebaikan di dunia dan menghilangkan ketakutan di akhirat.’ Dan surat Yasin itu juga disebut Ad-Dafi’ah dan Al-Qadhiyah. Ditanyakan oleh sahabat: ‘Ya Rasulullah, mengapa demikian?’ Beliau bersabda: ‘karena dapat menolak kejahatan dan dikabulkan segala hajatnya bagi orang yang membacanya.”

4.       Dapat meringankan siksa kubur.
Dari Anas ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda:
“Barang siapa masuk ke perkuburan lalu membaca surat Yasin, maka Allah meringankan siksa ahli kubur pada hari itu dan pembacanya memperolah kebaikan sebanyak orang yang ada di dalamnya.”

5.       Jika membaca surah Yasin pada malam Jum’at maka akan mendapat ampunan.
Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda:
 “Barang siapa membaca surah Yasin pada malam Jum’at, maka baginya mendapatkan ampunan.”

6.       Dengan  membaca surat Yasin dapat membaca dapat memperoleh kemudahan.
Disebutkan dalam hadits Ad-Darimi dari Sahr bin Hausab ia berkata, Ibnu Abbas berkata:
“Barang siapa membaca surat Yasin di waktu pagi, maka akan mendapatkan kemudahan di hari itu hingga sore. Dan barangsiapa yang membacanya di permulaan malam, maka akan mendapatkan kemudahan pada malam itu sampai pagi.”

7.       Dapat mendatangkan berbagai hajat.
Dari Abdullah bin Zubair, bahwa Nabi saw bersabda:
“Barang siapa menjadikan surah Yasin di permulaan hajanya, maka hajatnya akan dikabulkan.”

Begitu besarnya keutamaan (fadhilah) surah Yasin sebagaimana hadits Rasulullah SAW di atas, sehingga sangat baik untuk diamalkan membacanya setiap hari. Semoga tulisan ini memberikan manfaat untuk pembaca sekalian.

 Setelah membaca surah Yasin alangkah baiknya dilanjutkan dengan membaca do'anya, silahkan baca do'a sesudah membaca surah Yasin.


DO'A SESUDAH MEMBACA SURAH YASIN


 
Doa Setelah Membaca Surah Yasin


Setelah membaca surah Yasin hendaknya sekalian membaca do’a-nya:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْتَحْفِظُكَ وَنَسْتَوْدِعُكَ دِيْنَنَا وَاَنْفُثَنَا وَأَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا وَأَمْوَالَنَا وَكُلَّ شَيْءٍ  أَعْطَيْتَنَا
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Allahumma inna nastahfidzhuka wa nastaudi’uka diinana wa anfusanaa wa ahlanaa wa aulaadanaa wa amwaalanaa wa kulla syai’in a’thaitanaa.

“Ya Allah, kami memohon penjagaan-Mu dan menitipkan kepada-Mu agama kami, dari kami, keluarga kami, anak-anak kami, harta benda kami, dan apa saja yang telah engkau berikan kepada kami.”


 الَلّٰهُمَّ جْعَلْنَا فِي كَنَفِكَ وَاَمَانِكَ وَجِوَارِكَ وَعِيَاذِكَ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍ وَجَبَّارِ عَنِيْدٍ وَذِيْ عَيْنٍ وَذِيْ بَغْيٍ وَمِنْ شَرِّكُلِّ ذِيْ شَرِّ اِنَّكَ عَلَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Allahummaj’alnaa fii kanafika wa amaanika wa jiwaarika wa ‘iyaadzika min kulli syaithaanim mariid wa jabbaarin‘ aniid wa dzii ‘ainin wa dzii baghyin wa min syarri kulli dzii syarrin innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.
“Ya Allah, semoga engkau menjadikan kami dalam penjagaan, tanggungan, kedekatan dan perlindungan-Mu dari godaan setan yang menggoda, orang yang kejam, zalim dan durhaka, dan dari kejahatan penjahat, sesungguhnya engkau adalah maha kuasa atas segala sesuatu.”


الَلّٰهُمَّ جَمِّلْنَا بِالْعَافِيَةِ وَالسَّلَامَةِ وَحَقِّقْنَا بِتَّقْوَى وَالْاِسْتِقَامَةِ وَأَعِذْنَا مِنْ مُوْجِبَاتِ النَّدَمَةِ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ
Allahumma jamilnaa bil’aafiyati was salaaati wa haqqiqnaa bit taqwaa wal istiqaamati wa a’idznaa min muujibaatin nadaamati innaka samii’ud du’aa’i.
“Ya Allah, baguskanlah kami dengan kesehatan dan keselamatan, dan sejatikanlah kami dengan takwa dan istiqamah, jagalah kami dari penyesalah, karena sesungguhnya Engkau maha mendengarkan doa.”


 الَلّٰهُمَّ اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِأَوْلَادِنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِاِخْوَانِنَا فِي الدِّيْنِ وَلِأَصْحَابِنَا وَاَحْبَابِنَا وَلِمَنْ أَحَبَّنَا فِيْكَ وَلِمَنْ أَحْسَنَ اِلَيْنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ يَارَبَّ الْعَا لَمِيْنَ
Allahummaghfirlanaa wa li waalidiina wa li aulaadinaa wa li masyaa-yikhinaa wa li ikhwaaniaa fiddiini wa li ashhaabinaa wa ahbaabinaa wa liman ahabbanaa fiika wa liman ahsana ilainaa wa lil mukminiina wal mukminaati wal musliminiina wal muslimaati ya rabbal ‘aalamiin.
“Ya Allah ampunilah kami, kedua orang tua kami, anak-anak kami, guru-guru kami, saudara-saudara kami seagama, sahabat-sahabat kami, kekasih-kekasih kami, orang yang mengasihi kami karena Engkau, dan kepada siapa saja yang berbuat baik kepada kami, orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan dan orang-orang yang beragama Islam laki-laki dan perempuan, wahai Tuhan semesta alam.”
 

وَارْزُقْنَا كَمَالَ الْمُتَابَعَةِ لَهُ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا فِي عَافِيَةٍ وَسَلَامَةٍ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Warzuqnaa kamaalal mutaaba’ati lahu zaahiran wa baathinan fii ‘aafiyatin wa salaamatin birahmatika yaa arhamar raahimiin.
“Dan limpahkan kepada kami kesempurnaan mengikutinya lahir dan batin, dalam keadaan sehat dan selamat dengan rahmat-Mu wahai sebaik-baik Penyayang dari para penyayang.”
 

وَصَلِّ اللّٰهُمَ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
Wa shallilaahumma ‘alaa ‘abdika wa rasuulika sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallim.
“Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada hamba dan utusan-Mu. Yaitu junjungan kami Nabi Muhammad saw. beserta para keluarga dan sahabatnya.”

Panjatkanlah do'a ini sehabis membaca surah Yasin. Semoga doa ini (do'a sesudah membaca surah Yasin) bermanfaat untuk pembaca sekalian.

Baca juga tulisan mengenai keutamaan (fadhilah) surah Yasin.

Keajaiban / Manfaat / Keutamaan Sedekah

Keajaiban sedekah merupakan rahasia yang Allah SWT berikan atas perintahNya kepada kita untuk mengeluarkan harta yang kita miliki di jalan kebajikan. Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (Q.S. Al-Baqarah: 267)

Keajaiban Sedekah atau manfaat sedekah dalam beberapa hadits Rasulullah SAW antara lain: 
  1.  Memadamkan murka Allah SWT. Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Sedekah dengan rahasia bisa memadamkan murka Allah" (Shahih At-Targhib, 888)
  2.  Menghapuskan dosa. Dari Ka'b bin Ujrah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Sedekah bisa memadamkan dosa, sebagaimana air bisa memadamkan api." (Shahih At-Targhib, 866)
  3.  Memadamkan panas kubur dan menaungi pada hari kiamat. Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya sedekah akan memadamkan panas kubur bagi pelakunya. Sungguh pada hari kiamat, seorang mukmin akan berlindung di bawah naungan sedekahnya." (Silsilah As-Shahihah, 3484).
  4. Sebagai obat atas penyakit. Dari Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,: "Obati orang sakit di antara kalian dengan sedekah." (Shahih At-Targhib, 744).
  5. Didoakan kebaikan oleh Malaikat. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Setiap datang waktu pagi, ada dua malaikat yang turun dan keduanya berdoa. Malaikat pertama memohon kepada Allah, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang memberi nafkah', sementara malaikat satunya berdoa, 'Ya Allah, berikan kehancuran bagi orang yang pelit." (HR. Bukhari & Muslim).
  6. Tidak akan mengurangi harta. Abu Hurairah meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda, "Sedekah tidak akan mengurangi harta" (HR. Muslim)
  7. Amal yang dibanggakan. Dari Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, "Diceritakan kepadaku bahwa semua amal akan saling dibanggakan. Kemudia amal sedekah mengatakan: 'Saya yang paling utama diantara kalian'" (Shahih At-Targhib)
Dari beberapa hadits di atas telah menjelaskan tentang keutamaan sedekah yang memang sangat luar biasa manfaat bagi orang yang melakukannya. Hilangkan perasaan takut akan kekurangan harta apabila kita bersedekah, yakinlah atas janji Allah SWT untuk membalas sedekah yang kita lakukan tersebut berkali-kali lipat dari apa yang kita sedekahkan.

Sholat Dhuha

Sholat dhuha merupakan sholat sunah yang didirikan pada waktu dhuha di mana matahari mulai naik 7 hasta sejak terbitnya --sekitar pukul 07.30 pagi-- hingga masuknya waktu Zuhur. Jumlah rakaat sholat dhuha seperti yang dicontohkan baginda Nabi adalah minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat, dilakukan dengan dua rakaat sekali salam. Sholat sunat dhuha dikenal pula dengan sholat Isyraq yang mana Isyraq sendiri berarti "saat terbitnya matahari" Namun, pengertian shalat Isyraq tampaknya merujuk pada permulaan masuknya waktu shalat Dhuha, yakni beberapa saat setelah terbitnya matahari. 


Manfaat sholat dhuha ataupun keutamaan sholat dhuha ada bermacam-macam, diantaranya bisa melapangkan urusan rezeki. Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk memohon rezeki dan rahmat dari Allah, berdasarkan hadits Nabi : ” Allah berfirman : “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya “ (HR.Hakim dan Thabrani).

Untuk mengetahui tata cara sholat sunah dhuha ataupun bacaan sholat dhuha silahkan lihat di tata cara sholat dhuha. Adapun untuk do'a setelah dhuha dapat anda lihat di postingan do'a setelah sholat dhuha.
Dengan ini kita mengetahui betapa dahsyatnya sholat dhuha yang Allah SWT perintahkan kepada kita, betapa sholat sunah yang satu ini sayang untuk dilewatkan.

Semoga postingan tentang sholat dhuha ini bermanfaat untuk kita semua. Pesan penulis, jadikanlah sholat dhuha sebagai amalan untuk memperoleh kejayaan di duniamu apalagi di akhiratmu.

Tata Cara Sholat Dhuha

Tata cara sholat dhuha / Bacaan sholat dhuha
Tata cara sholat dhuha /  bacaan sholat dhuha sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW:

1.  Berniat untuk melaksanakan shalat sunat Dhuha. Niat dibaca setiap 2 rakaat 1 salam.
2.  Membaca surah Al-Fatihah
3.  Membaca surah Asy-Syamsu (QS:91) pada rakaat pertama, atau cukup dengan membaca surah Al-Kafirun (QS:109) jika tidak hafal surah Asy-Syamsu.
4.  Membaca surah Adh-Dhuha (QS:93) pada rakaat kedua, atau cukup dengan   membaca surah Al-Ikhlas (QS:112) jika tidak hafal surah Adh-Dhuha.
5.  Rukuk, iktidal, sujud, duduk dua sujud, tasyahud dan salam adalah sama sebagaimana tata cara pelaksanaan shalat fardhu.
6.  Tutuplah dengan do'a setelah sholat dhuha. Boleh juga menggunakan do'a sesuai keinginan anda.

Sebagaimana shalat sunat pada umumnya, Sholat Dhuha dikerjakan dengan 2 rakaat 2 rakaat, artinya pada setiap 2 rakaat harus diakhiri dengan 1 kali salam.

Keutamaan Sholat Dhuha

Keutamaan Sholat Dhuha
Keutamaan sholat dhuha yang ada dalam beberapa hadits Nabi yang telah sering kita dengar diantaranya:

1. Sebagai sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia
Abu Dzar Al-Ghifari RA berkata, bahwasanya  Nabi Muahammad saw bersabda:
“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala” (HR Muslim).

2. Memperoleh keuntungan (ghanimah) yang besar
Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:
Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang.
Nabi saw berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.

Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).

Lalu Rasulullah saw berkata; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?”
Mereka menjawab; “Ya!
Rasulullah saw berkata lagi:
“Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya.” (Shahih al-Targhib: 666)

3. Dibangunkan istana di surga
Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan istana di  surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw:
“Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan istana di surga.” (Shahih al-Jami`: 634)

4. Akan dicukupkan kebutuhannya di sore hari
Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata:
Allah ta`ala berkata: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).

Dalam sebuah riwayat juga disebutkan: “Innallaa `azza wa jalla yaqulu: Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi’arba`i raka`at ukfika bihinna akhira yaumika”
(Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berkata: “Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore harimu”).

5. Seperti Pahala Umrah

Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barang siapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah…” (Shahih al-Targhib: 673).

Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda:
“Barang siapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna..” (Shahih al-Jami`: 6346).

6. Diampunkan Dosa
“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan istiqomah, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)

Sejatinya masih banyak lagi keutamaan sholat dhuha yang tidak disebutkan dan tak terungkapkan. Allah SWT lah yang berkehendak atas segala sesuatu, baik yang ada di langit maupun di bumi. Hanya Dia lah yang lebih mengetahui betapa dahsyatnya rahasia sholat dhuha yang telah diperintahkannya kepada kita. Maka kita sebagai hambaNya janganlah berputus asa, apalagi hanya karena soal rezeki. Sesungguhyna Dia lah Maha Pemberi Rezeki, jemputlah rezeki itu melalui cara yang telah diperintahkanNya. Salah satunya dengan SHOLAT DHUHA.

Sempurnakan sholat Dhuha anda dengan membaca do'a setelah sholat dhuha.