.

10 Penyebab Matinya Hati

10 PENYEBAB MATINYA HATI


Seorang ulama salaf (generasi terdahulu umat Islam) yang bernama Syaqiq bin Ibrahim rahimahullah menceritakan, bahwa suatu hari Ibrahim bin Adham rahimahullah melewati sebuah pasar di Kota Bashrah. Lalu orang-orang pun mengerumuninya dan bertanya kepadanya:

“Wahai Abu Ishaq, Allah Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan doamu.’ (QS. Ghofir: 60) 
"Sementara kami selalu berdoa kepada-Nya semenjak waktu yang lama, namun Dia tidak pernah mengabulkan doa kami.”

Maka Ibrahim bin Adham pun berkata:
“Wahai penduduk Bashrah, (yang demikian itu) karena hati kalian telah mati disebabkan sepuluh perkara."

  1. Kalian mengenal Allah. Namun kalian tidak menunaikan hak-Nya.
  2. Kalian membaca Kitabullah (Al-Quran). Namun kalian tidak mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya.
  3. Kalian mengaku cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun kalian meninggalkan tuntunannya.
  4. Kalian mengatakan benci dan memusuhi syetan. Namun kalian justru selalu menyepakati dan mengikutinya.
  5. Kalian mengatakan, ‘kami cinta surga’. Namun kalian tidak beramal untuk mendapatkannya.
  6. Kalian mengatakan, ‘kami takut masuk Neraka’. Namun kalian justru menggadaikan diri kalian dengannya.
  7. Kalian mengatakan, ‘sesungguhnya kematian pasti akan datang’. Namun kalian tidak mempersiapkan diri untuk menyambutnya.
  8. Kalian sibuk mencari aib saudara-saudara kalian. Namun lalai dari aib diri kalian sendiri.
  9. Kalian memakan kenikmatan dari Rabb kalian. Namun kalian tidak pernah mensyukurinya.
  10. Kalian menguburkan orang mati diantara kalian. Namun kalian tidak mau mengambil pelajaran darinya.

Bacaan Doa & Dzikir Pagi Hari amalan Rasulullah Disertai Dalil Hadits

Bacaan Doa & Dzikir Pagi Hari amalan Rasulullah Disertai Dalil Hadits


1. Taawuz; 
A’udzubilahi minas syaithonir rojim
"aku berlinung kepada Allah, dari godaan syetan yag terkutuk."

2. Surah Al-Fatihah
Abu Sa’id bin Al-Mu’allaa -radhiyallahu ‘anhu- berkata; Dulu aku pernah sholat. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memanggilku. Namun aku tak memenuhi panggilan beliau. Aku katakan, “Wahai Rasulullah, tadi aku sholat“. Beliau bersabda, “Bukankah Allah berfirman, “Penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu“. (QS. Al-Anfaal: 24).
Kemudian beliau bersabda, “Maukah engkau kuajarkan surat yang paling agung dalam Al-Qur’an sebelum engkau keluar dari masjid”?. Beliau pun memegang tanganku. Tatkala kami hendak keluar, maka aku katakan, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya tadi Anda bersabda, “Aku akan ajarkan kepadamu Surat yang paling agung dalam Al-Qur’an”. Beliau bersabda, “Alhamdulillahi Robbil alamin. Dia ( Surat Al-Fatihah) adalah tujuh ayat yang berulang-ulang, dan Al-Qur’an Al-Azhim yang diberikan kepadaku”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (4720), Abu Dawud dalam Sunan-nya (1458), dan An-Nasa’iy dalam Sunan-nya (913)]
Al-Imam Ibnu At-Tiin -rahimahullah- berkata saat menjelaskan makna hadits di atas, “Maknanya, bahwa pahalanya lebih agung (lebih besar) dibandingkan surat lainnya”. [Lihat Fathul Bari(8/158) karya Ibnu Hajar Al-Asqolaniy]
2. Ayat kursi

Nabi SAW bersabda “ Barangsiapa membaca ayat ini (ayat kursi) ketika pagi hari, maka ia dilindungi dari gangguan hingga sore hari dan Barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dilindungi dari gangguan jin hingga pagi hari
(Mustadrak AlHakim I/562,Shahih atTarghiib wat Tarhiib I/418 no.662, shahih)

3. Al ikhlas(3x), Al Falaq(3x), An Naas(3x)

Nabi SAW bersabda “Barangsiapa membaca tiga surat(Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas) setiap pagi dan sore hari sebanyak tiga kali, maka tiga surat tersebut cukup baginya dari segala sesuatu, Yakni mencegahnya dari berbagai kejahatan”.
(HR. Abu Dawud no.5082, Tirmidzi no.3575, Ahmad V/312)

4. Astagfirullahi wa atubu ilaihi (100x) .

Aku mohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepadaNYA

Dari Ibnu Umar.r.a Rasullah bersabda “Wahai manusia, bertobatlah kalian kepada Allah, sesungguhnya Aku bertobat kepadaNYA dalam sehari seratus kali (HR.Muslim no.2075)

Nabi bersabda”Barangsiapa mengucapkan ’Astagfirullahi wa atubuila ilaihi’ maka Allah mengampuni dosanya meskipun ia lari dari medan perang
(HR.Abu Dawud no.1517, Tirmidzi no.3577,Bukhari/Fathul Baari XI/101, Muslim no.2702)

5. Subhanallah wabi hamdihi (100x)

Maha Suci Allah Aku MemujiNYA

Rasullah SAW bersabda “Barangsiapa mengucapkan ‘Subhanallah wabi Hamdihi’ dalam sehari seratus kali, maka akan dihapus dosa2 nya sekalipun sebanyak buih dilautan” (HR.Bukhari, Muslim no.2691)

6. Ashbahna, wa asbaha muluku lillahi walhamdulillahi, Lailaha ilawlah wahdahu la syarikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa a’la kulli syai’in kodir. Robbi as’alukal khair mafi hadzal yaum, wa khair ma ba’dahu, wa A’udzubika min syari ma fi hadzal yaum, wa syari ma ba’dahu. Robbi A’udzubika minal Kasali wa su’il Kibar, wa A’udzubika min Adzabin fi Naar wa adzabi fil Kobr

Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah, Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNYA. BagiNYA kerajaan dan bagiNYA segala pujian. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepadaMu kebaikan dihari ini dan kebaikan sesudahnya, Aku berlindung kepadaMU dari kejahatan dihari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, Aku berlindung kepadaMU dari sifat malas dan kejelekan dihari tua. Wahai Rabb, Aku berlindung kepadaMU dari siksa Neraka dan siksa Kubur”. (HR. Muslim no.2723, Abu Dawud no. 5071, Tirmidzi no.3390 )

7. Ashbahna ‘ala fitratil Islam, wa’ ala kalimatil Ikhlas, wa’ ala diini nabiyina Muhammad, wa’ala milati abina Ibrahim, Hanifan musliman wa ma kana minal musyrikin.

“ Diwaktu pagi kami berada diatas Fitrah agama Islam, kalimat Ikhlas, agama Nabi Muhammad SAW dan Agama ayah kami Ibrahim yang bertdiri diatas jalan yang lurus dan tidak tergolong orang yang Musyrik”. (HR.Ahmad III/406, 407)

8. Allahuma as’aluka ‘ilman Nafi’an, wa rizkan Thoyiban, wa ‘amalan Mutaqobalan.

Ya Allah Aku memohon ilmu yang bermanfa’at, dan rizki yang halal, serta amal yang diterima” (HR.Ahmad VI/294,305,318,322)

9. Allahuma bika Ashbahna, wa bika amsaina, wa bika Nahya, wa bika Namut, wa ilaikan Nusyuur.

Ya Allah, dengan rahmat dan pertolonganMU kami memasuki waktu pagi, dengan rahmat dan pertolonganMU kami memasuki waktu sore, dengan rahmat dan kehendakMU kami hidup, dengan rahmat dan kehendakMU kami mati, fdan KepadaMU kebangkitan (bagi semua kebangkitan)” (HR,Bukhari dalam Aladab al Mufrad no. 1199)

10. Sayyidul Istighfar

Allahuma Anta robbi la ilaha ila Anta Kholaqtani, wa ana abduka, wa ana a’la Ahdika, wawa’dika mastatho’tsu, A’udzubika min syarri ma shona’tu abu’u laka bi ni’matika A’laya, wa abu’u bi dzanbi, fagfirlii, fa inahu layaghf iru dzunuba ila Anta.

Ya Allah, engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali engkau, Engkaulah yang menciptakanku, Aku adalah hambaMU, Aku akan setia pada perjanjianku denganMU semampuku, Aku berlindung dari kejelekan yang kuperbuat, Aku mengakui NikmatMu (yang diberikan)kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau

Barangsiapa membaca dengan yakin di waktu pagi, lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk ahli syurga, Barangsiapa membaca dengan yakin di waktu sore, lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli syurga. (HR. Bukhari no.6306, 6323, AhmadIV/122-125)

11. Allahuma A’fini fi badani, Allahuma Afini fi sam’I, Allahuma Afini fi bashari Lailaha ila Anta. Allahuma ini A’udzubika minal Kufri wal Fakri, wa A’udzubika min adzabil Kobri Lailaha ila Anta (3x)

Ya Allah selamatkanlah tubuhku dari penyakit, ya Allah selamatkanlah pendengaranku, ya Allah selamatkanlah penglihatanku(dari maksiat), tidak ada yang berhak didibadahi dengan benar kecuali engkau, Ya Allah aku berlindung kepadaMU dari kekufuran dan kefakiran. Aku berliundung kepadaMu dari siksa Kubur tidak ada yang berhak didibadahi dengan benar kecuali engkau” (HR,Bukhari, Al adab al Mufrad no. 701)

12. Allahuma ini as’aluka afwa, wal a’fiah fi dunia wal akhirah, Allahuma ini as’aluka afwa, wal a’fiah fi diin wa dunia wal ahli wa maali, Allahuma astur ‘aurati wa min ra’ati Allahuma ahfadhni min baini yadayya, wa min kholfi, wa ‘an yamini wa ‘an syimali wa min fauqi, wa Audzu bi’adzomatika an ‘ughtala min tahti.

Ya Allah sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat, Ya Allah aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam Agama, dunia,keluarga dan hartaku. Ya Allah tutupilah auratku(Aibku), dan tentramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri, dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaranMU agar aku tidak disambar dari bawahku (dibenamkan kedalam bumi)” (HR. Bukhari no.1200, Abu Dawud no.5074)

13. Allahuma ‘alimal ghoibi wa syahadah, Fathiras samawati wal ‘ard, Robbi kulli sya’in wa malikah, Ashadu ala ilaha ila Anta, Audzubika min syari Nafsih, wa min syarri syaithon wa syirkihi,wa an aqtarifa ‘ala nafsi suu’an aw ajurah ila muslim.

Ya Allah yang mengetahui yang Ghaib dan yang Nyata, Wahai Rabb yang menciptakan langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya, Aku bersaksi tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, Aku berlindung dari kejahatan diriku, kejahatan syetan, dan ajakannya untuk menyekutukan Allah dan aku berlindung dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslimkepadanya”

Nabi SAW bersabda kepada Abu Bakar As Shidiq “Ucapkanlah pagi dan petang dan ketika engkau hendak tidur". (HR,Bukhari dalam Al-adab al Mufrad no. 1202)


15. Rodhitu billahi Robba, wabil Islami dina, wabi Muhamadin Nabiya (3x)

Aku ridho Allah menjadi Rabbku, Islam sebagai Agamaku, dan Muhammad SAW sebagai Nabiku”
Barangsiapa membaca sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka Allah memberikan keridhoannNYA pada hari Kiamat. (HR.Abu Dawud no.5070)

16. Yaa Hayyu yaa Qoyyum, bi rahmatika astaghitsu ashlihli sya’ni kullahu walatakilni ilanafsih thorfata ‘ain.

Wahai Rabb yang Maha Hidup, Wahai Rabb yang MahaBerdiri sendiri, dengan Rahmatmu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku, dan jangan Engkau serahkahkan urusanku kepada diriku sendiri walaupun hanya sekejap mata (tanpa pertolonganMU).” (HR. AnNasa’i no.575)

17. Subhannallah wa bi hamdihi ‘adada kholqihi, wa ridho Nafsihi, wa zinata Arsyhi wa midada kalimatih. (3X)

Maha Suci Allah, Aku memujinya sebanyak bilangan MahlukNYA, dan Maha Suci Allah sesuai RidhoNYA, dan seberat timbangan ‘Arsy’NYA, MahaSuci Allah sebanyak tinta (yang menulis) Kalimatnya

Rasullah SAW bersabda”Aku telah mengucapkan empat kalimat yang aku ulang sebanyak tiga kali lebih baik dari yang kamu ucapkan” (HR.Muslim no. 2726, Abu Dawud)

18. Lailaha ilawlah wahdahu la syarikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa a’la kulli syai’in kodir (100x)

Tiada ilah yang berhak didibadahi dengan benar selain Allah, Yang Maha Esa tiada sekutu bagiNYA, BagiNYA kerajaandan bagiNYAsegala Puji. Dan DIA Mahakuasa atas segala sesuatu

Barangsiapa membacanya 100 X sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, mendapat perlindungan dari syaithan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seorang itu dapat mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari itu. (HR.Bukhari no.3293, Muslim no. 2691)


Ibnu QAYYIM : Dzikir PAGI dibaca diantara waktu Shubuh sampai terbit Matahari


Bacaan Doa & Dzikir Pagi Hari amalan Rasulullah Disertai Dalil Hadits


2020 akan tegaknya khilafah Islam di bawah kepemimpinan Imam Mahdi


Tahun 2020 hingga beberapa tahun setelahnya nanti, merupakan tahun-tahun dimana akan terjadi berbagai macam peristiwa besar. Setelah Israel mengumumkan rancangan pembangunan Israel 2020, Malaysia juga mengikut langkah Israel dengan menjadikan tahun 2020 sebagai sasaran untuk menjadi sebuah negara maju dengan sebutan Malaysia 2020.


Tak kalah dengan negeri ini, pemerintah kita juga mengambil langkah yang sama yaitu mewujudkan rencana besar yaitu pembangunan Indonesia 2020. Arab Saudi mengumumkan perancanaannya membangun kota modern di seluruh wilayah negara itu yang diperkirakan terlaksana pada tahun yang sama yaitu 2020. Proyek besar Masjidil Haram juga akan selesai pada tahun 2020. Bahkan jika kita tinjau lebih cermat, pembangunan-pembangunan di berbagai wilayah pun banyak yang menargetkan tahun 2020.  Termasuk dalam hal pergerakan, Al Qaeda Internasional pun menjadikan 2020 sebagai batas dari target perjuangannya menumbangkan rezim thaghut dan menegakkan Khilafah Islam.

Ada apa dengan dengan 2020?


Ada hal menarik, mengapa mereka memilih tahun yang sama. Bahkan, National Intelligence Council (NIC) Amerika menurunkan laporan yang berjudul “Mapping The Global Future” (Memetakan Masa Depan Global) dengan memasukkan analisis badan-badan intelejen dari 15 negara. Laporan tersebut menjelaskan ada empat skenario dunia pada 2020.

  • Pertama, naiknya Cina dan India ke pentas dunia.
  • Kedua, Amerika berperanan dalam membentuk dan mengorganisasikan perubahan global.
  • Ketiga, akan kembalinya kekhalifahan Islam.
  • Keempat, munculnya lingkaran ketakutan dimana respon agresif terhadap ancaman teroris mengarah pada pelanggaran aturan dan sistem keamanan yang berlaku.

Ada pihak yang mengatakan bahwa ini sebagian dari kerja zionis untuk proyek Israel Raya mereka. Sudah lama mereka menunggu raja mereka yakni DAJJAL laknatullah, yang akan muncul untuk memimpin dunia. 

Sehingga tampaknya tahun 2020 akan menjadi pertaruhan bagi seluruh kalangan untuk membuktikan pihak mana yang akan mengambil kendali dunia.


Apakah tahun 2020 akan tegaknya khilafah Islam di bawah kepemimpinan Imam Mahdi?


Mari kita lihat sabda Rasulullah yang mengisahkan tentang masa / fase umat Islam:
Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, Beliau diam”. [HR. Imam Ahmad]

Menurut hadits di atas, ada 4 fase dalam Islam sebelum datangnya hari kiamat:

  1. Fase kenabian. Mulai Rasulullah diangkat menjadi Nabi hingga beliau wafat. Fase ini telah selesai.
  2. Fase Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khalifaurrasyidin). Dimulai dari Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, hingga diakhiri dengan wafatnya Ali bin Abi Thalib. Fase ini juga telah selesai.
  3. Fase Kerajaan yang menggigit. Fase ini diperkirakan pada masa pemerintahan kesultanan Islam - Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, hingga yang terakhir adalah Turki Usmani- diperkirakan telah berakhir dengan runtuhnya kekhalifahan Turki Usmani pada tahun 1924 M. Berarti fase inipun telah lama selesai. )
  4. Fase pemerintahan yang diktator. Ini adalah fase zaman kita sekarang. Bahkan fase ini juga sebentar lagi akan berakhir. Maka lihatlah kondisi di Timur Tengah dewasa ini, fase diktator telah berguguran satu persatu, yaitu dimulai dari turun tahtanya presiden Tunisia, lalu kejatuhan Husni Mubarak di Mesir, Tewasnya Muammar Khadafi di Libya, Turunnya presiden Yaman, dan masih di perangi habis-habisan di Suriah dewasa ini Basar Asad. Satu persatu diktator itu akan terus berjatuhan, Bahrain, Yordania, Kuwait, dan akan mencapai puncaknya dengan kejatuhan raja Arab Saudi yang mungkin terjadi tak lama lagi akibat perebutan kekuasaan.
  5. Akan datang kembali fase kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah. Khilafah yang berjalan di atas kenabian yang dipimpin oleh Imam Mahdi.

Dalam Islam telah jelas bahwa Allah SWT akan mengutus para mujaddid (pembaru agama) pada setiap kurun waktu 100 tahun.  Sebagaimana Rasulullah Saw. bersabda: 
Sesungguhnya Allah akan mengutus untuk umat ini setiap masa seratus tahun, orang yang akan memperbaharui agamanya” . Diriwayatkan oleh Abu Dawud, al-Hakim, dan lainnya). Dan dalam lafadz yang lain :"setiap seratus tahun akan muncul lelaki dari Ahlul Baitku", disebutkan oleh Imam Ahmad.

Jika kehancuran dunia Islam ditandai dengan tumbangnya khilafah Turki Utsmani di tahun 1924 Masehi (1342 Hijriyah), maka 100 tahun kemudian  (menurut kalendar hijriah yakni 1342 + 100 = tahun 1442 H). Nah, dalam tahun 1442 Hijriyah jika disesuaikan dengan tahun masehi akan jatuh pada tahun 2020, yang merupakan waktu dimana janji Allah untuk kemunculan sosok pembaharu agama ini akan direalisasi.

Di mana dunia sedang dipimpin oleh pemerintah-pemerintah yang diktator, yang kejam dan zalim seperti saat sekarang ini. Barangkali kebenarannya pada tahun 2020 lah Allah SWT akan mengangkat sosok pembaharu Islam yang ada setiap 100 tahun sekali. Dan kemungkinan besar ini adalah yang terakhir yakni Imam Mahdi, karena fasenya pun sudah dekat.

Sebagaimana Sabda Nabi Saw: “Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.” (HR abu Dawud 9435)

Dalam riwayat lain, Nabi Saw. bersabda:
Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang pemimpin, maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah mencari perlindungan ke Mekkah, lalu datanglah kepada lelaki ini beberapa orang dari penduduk Mekkah, lalu mereka membai’at Imam Mahdi secara paksa, maka ia dibai’at di antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di depan Ka’bah). Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari penduduk Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al-Baida yang berada di antara Mekkah dan Madinah.” (HR Abu Dawud 3737)

Dari hadits di atas, jika kita tafsirkan dalam konteks nyata hari ini, bahwa akan terjadi perselisihan diantara keluarga kerajaan Arab Saudi dalam memperebutkan kekuasaan, antara Raja Salman dan anak-anak almarhum Raja Abdullah. Kemungkinan Raja Salman meninggal dunia akibat peristiwa itu. (aroma perpecahan sudah tercium saat ini, dimana Raja Salman akan digulingkan dengan cara dibunuh oleh keturunan raja sebelumnya).

Setelah wafatnya Raja Salman, Saudara-saudara (keluarga) kerajaan Arab Saudi tak satupun yang bisa menjadi raja Arab ketika itu, dan terjadilah vacum of power (kekosongan pemerintah) di Arab Saudi. Setalah terjadi kekosongan pemimpin, maka diangkatlah Imam Mahdi menjadi khalifah umat Islam seluruh dunia.

sadarkah kita bahwa diangkatnya Imam mahdi, keluarnya Al masih Ad Dajjal, dan turunnya Nabi Isa As. tak akan lama lagi, bahkan waktunya sudah bisa dihitung dengan jari tangan kita?

wallahu a'lam bissowab...

Do'a Memasuki Bulan Rajab dan Sya'ban

Do'a bulan Rajab dan Sya'ban yang sering kita dengar ketika memasuki bulan Rajab. Do'a ini untuk memohon keberkahan di bulan Rajab dan bulan Sya'ban, dan memohon untuk disampaikan umurnya hingga ke bulan Ramadhan. Beginilah do'a di bulan Rajab yang sering dipanjatkan: 

 اَللّٰهُمَّ بَرِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: "Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan".

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat kita semua dan mengetahui do'a bulan Rajab dan Sya'ban


Do'a setelah tahiyat tasyahud akhir sebelum salam

Do'a setelah tahiyat (tasyahud) akhir sebelum salam yang menjadi doa yang dianjurkan Nabi SAW untuk dibaca ketika mengakhiri tasyahud adalah seperti berikut:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qobri, wa ‘adzabin naar, wa fitnatil mahyaa wal mamaat, wa syarri fitnatil masihid dajjal
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka Jahannam, fitnah kehidupan, dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Al-Masih Dajjal”[1] (ini merupakan do'a yang paling banyak dipakai)


Ada juga do'a-do'a yang lain:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ
“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masih Dajjal. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan sesudah mati. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan hutang”[2]

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِيْ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
“Ya Allah, sesungguhnya aku banyak menganiaya diriku, dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau. Oleh karena itu, ampunilah dosa-dosaku dan berilah rahmat kepadaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang”[3]

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ
“Ya Allah, ampunilah aku akan (dosaku) yang kulewatkan dan yang kuakhirkan, apa yang kurahasiakan dan yang kutampakkan, yang kulakukan secara berlebihan, serta apa yang Engkau lebih mengetahui daripada diriku, Engkau yang mendahulukan dan mengakhirkan, tidak ada Tuhan Yang berhak disembah, kecuali Engkau”[4]


Berdoa dengan do'a setelah tahiyat (tasyahud) akhir sebelum salam merupakan anjuran Nabi, sebagaimana terdapat dalam hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ ثُمَّ يَدْعُو لِنَفْسِهِ بِمَا بَدَا لَهُ
Jika salah seorang di antara kalian bertasyahud, maka mintalah perlindungan pada Allah dari empat perkara yaitu dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari kejelekan Al Masih Ad Dajjal, kemudian hendaklah ia berdoa untuk dirinya sendiri dengan doa apa saja yang ia inginkan.” (HR. An Nasai)

Fadhilah (Keutamaan) Membaca Surah Al-Kahfi


Fadhilah membaca surah al-Kahfi begitu besar Allah berikan bagi siapa saja yang membacanya. Surah ke-18 dan terdiri dari 110 ayat ini diberi nama Al-Kahfi yang artinya “gua”, dan Ashabul Kahfi yang banyak diceritakan dalam surah ini artinya “penghuni-penghuni gua”.

Adapun fadhilah / keutamaan membaca surah Al-Kahfi berdasarkan hadits Nabi antara lain:
Jika diibaca pada malam Jum’at maka pembacanya diberi cahaya yang dapat meneranginya di antara kedua jum’at. Berdasarkan hadits dari Abu Sa’id Al-Khudri bahwa Nabi SAW. bersabda:

مَنْ قَرأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ  فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ اَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَابَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ 
Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka dia akan diberi cahaya yang dapat meneranginya di antara kedua Jumat”. (HR. Nasa’i, Baihaqi dan Hakim)

Dengan membiasakan membaca surah Al-Kahfi, kelak pada hari kiamat akan memancar cahaya dari bawah kakinya, serta diampuni dosa-dosanya yang terdapat diantara dua Jum’at.
Berdasarkan hadits yang diterima dari Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah SAW. bersabda:

مَنْ قَرأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ  فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ اِلَ عَنَانِ السَّمَاءِ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَلَهُ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
Barang siapa membaca surah Al-Kahfi pada malam Jum’at, maka cahaya akan memancar dari bawah kakinya hingga menjulang ke atas langit, dan akan meneranginya pada hari kiamat, serta diampuni dosa-dosanya yang terdapat diantara dua Jum’at”. (HR. Ibnu Mardawih)

Dalam hadits lain Nabi Muhammad SAW juga Bersabda:

مَنْ قَرأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ كَمَا اُنْزِلَتْ كَانَتْ لَهُ نُوْرًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ مَقَامِهِ اِلَى مَكَّةَ
Barang siapa membaca surat Al-Kahfi sebagaimana ia diturunkan, maka pembacaan itu menjadi cahaya baginya di hari kiamat sejauh tempatnya berdiri hingga Mekkah”. (HR. Al-Hakim)

Demikian begitu besarnya rahasia kandungan surah Al-Kahfi seperti yang dinyatakan dalam beberapa hadits di atas. Semoga kita semakin berlomba-lomba dalam mengamalkannya, dengan tujuan mengharap ridho dari Allah SWT.

KEUTAMAAN SURAH AL-WAQI'AH



Surah Al-Waqiah adalah surah ke-56 dalam Al-Qur’an di mana surah ini terdiri atas 96 ayat, termasuk golongan surah Makiyah dan surat Al-Waqi’ah ini diturunkan setelah surah Thaha.

Fadhilah membaca surah Al-Waqi’ah di antaranya adalah:
1.    Jika dibaca setiap malam sebagai wirid (amalan), maka tidak akan ditimpa kepapaan (kemiskinan).
Sebagaimana Nabi SAW bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةُ الْوَاقِعَةِ كُلَّ لَيْلَةِ لَمْ تَصِبْهُ فَاقَةٌ سُوْرَةُ الْوَاقِعَةِ سُوْرَةُ الْغِنَى فَاقْرَءُ وْهَا وَعَلِّمُوْهَا أَوْلَادَكُمْ
“Barang siapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam, maka tidak akan menimpa kepadanya kepapaan. Dan surat Al-Waqi’ah adalah surat kaya, maka bacalah dan ajarkanlah kepada anak-anak kamu.”

2.    Berkata Masruq: “Siapa ingin mengetahui cerita orang-orang terdahulu dan orang-orang terkemudian, serta cerita ahli surga dan ahli neraka, penduduk dunia dan akhirat, maka bacalah surah Al-Waqi’ah.” (Tafsir Jamal, Juz IV halaman 269)

3.    Imam Ja’far ra. Berkata: “Barang siapa membaca surah Al-Waqi’ah di waktu pagi ketika keluar dari rumahnya untuk bekerja atau untuk mencari kebutuhan, maka Allah Ta’ala mempermudah rizkinya dan mendatangkan hajatnya. Dan barang siapa membaca surah Al-Waqi’ah di waktu pagi dan sore, maka dia tidak akan kelaparan atau kehausan dana tidak akan takut terhadapa orang yang akan memfitnah, sedangkan fitnahnya kembali kepada orang itu.” (Khazinatul Asrar Kubra, hal. 360)

4.    Disebutkan dalam Khawashul Qur’an, siapa yang membaca surah Al-Waqi’ah sebanyak 41 kali dalam satu majelis, maka didatangkannya hajatnya terutama urusan rezeki. Dan barang siapa membaca surah Al-Waqi’ah sesudah shalat asar sebanyak 41 kali dalam satu majelis, maka didatangkan hajatnya terutama urusan rezeki. Aturan tersebut adalah mujarab. Jika menginginkan datangnya rezeki dari Allah dengan tak terkira-kira datangnya, maka bacalah surah Al-Waqi’ah selama 40 hari berturut-turut jangan terputus dan setiap harinya dibaca 40 kali.

5.    Dengan mewiridkan surah Al-Waqi’ah sebagai bacaan rutin setiap hari dan malam, maka Allah menjauhkan kefakiran selamany. Sa’ad Al-Mufti mengatakan hadits ini shahih.


مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْوَاقِعَةِ لَمْ يَفْتَقِرْ اَبَدًا
“Barang siapa membiasakan membaca surah Al-Waqi’ah, maka ia tidak akan kefakiran selamanya.”

Subhanallah, begitu besarnya khasiat surah Al-Waqi’ah apalagi untuk urusan rezeki, sampai-sampai Nabi SAW menyebut surah ini sebagai surah kekayaan. Marilah kita bersama-sama mengamalkan membaca surah ini setiap hari sebagai amal ibadah kita kepada Allah dan salah satu ikhtiar kita untuk mempermudah datangnya rezeki-Nya Allah.



Referensi:
Buku Dzikir dan Do’a Bersama Nur Al-Mu’min oleh Syeikh Muhammad Efendi Sa’ad