Keajaiban / Manfaat / Keutamaan Sedekah

Keajaiban sedekah merupakan rahasia yang Allah SWT berikan atas perintahNya kepada kita untuk mengeluarkan harta yang kita miliki di jalan kebajikan. Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (Q.S. Al-Baqarah: 267)

Keajaiban Sedekah atau manfaat sedekah dalam beberapa hadits Rasulullah SAW antara lain: 
  1.  Memadamkan murka Allah SWT. Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Sedekah dengan rahasia bisa memadamkan murka Allah" (Shahih At-Targhib, 888)
  2.  Menghapuskan dosa. Dari Ka'b bin Ujrah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Sedekah bisa memadamkan dosa, sebagaimana air bisa memadamkan api." (Shahih At-Targhib, 866)
  3.  Memadamkan panas kubur dan menaungi pada hari kiamat. Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya sedekah akan memadamkan panas kubur bagi pelakunya. Sungguh pada hari kiamat, seorang mukmin akan berlindung di bawah naungan sedekahnya." (Silsilah As-Shahihah, 3484).
  4. Sebagai obat atas penyakit. Dari Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,: "Obati orang sakit di antara kalian dengan sedekah." (Shahih At-Targhib, 744).
  5. Didoakan kebaikan oleh Malaikat. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Setiap datang waktu pagi, ada dua malaikat yang turun dan keduanya berdoa. Malaikat pertama memohon kepada Allah, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang memberi nafkah', sementara malaikat satunya berdoa, 'Ya Allah, berikan kehancuran bagi orang yang pelit." (HR. Bukhari & Muslim).
  6. Tidak akan mengurangi harta. Abu Hurairah meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda, "Sedekah tidak akan mengurangi harta" (HR. Muslim)
  7. Amal yang dibanggakan. Dari Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, "Diceritakan kepadaku bahwa semua amal akan saling dibanggakan. Kemudia amal sedekah mengatakan: 'Saya yang paling utama diantara kalian'" (Shahih At-Targhib)
Dari beberapa hadits di atas telah menjelaskan tentang keutamaan sedekah yang memang sangat luar biasa manfaat bagi orang yang melakukannya. Hilangkan perasaan takut akan kekurangan harta apabila kita bersedekah, yakinlah atas janji Allah SWT untuk membalas sedekah yang kita lakukan tersebut berkali-kali lipat dari apa yang kita sedekahkan.

Sholat Dhuha

Sholat dhuha merupakan sholat sunah yang didirikan pada waktu dhuha di mana matahari mulai naik 7 hasta sejak terbitnya --sekitar pukul 07.30 pagi-- hingga masuknya waktu Zuhur. Jumlah rakaat sholat dhuha seperti yang dicontohkan baginda Nabi adalah minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat, dilakukan dengan dua rakaat sekali salam. Sholat sunat dhuha dikenal pula dengan sholat Isyraq yang mana Isyraq sendiri berarti "saat terbitnya matahari" Namun, pengertian shalat Isyraq tampaknya merujuk pada permulaan masuknya waktu shalat Dhuha, yakni beberapa saat setelah terbitnya matahari. 


Manfaat sholat dhuha ataupun keutamaan sholat dhuha ada bermacam-macam, diantaranya bisa melapangkan urusan rezeki. Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk memohon rezeki dan rahmat dari Allah, berdasarkan hadits Nabi : ” Allah berfirman : “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya “ (HR.Hakim dan Thabrani).

Untuk mengetahui tata cara sholat sunah dhuha ataupun bacaan sholat dhuha silahkan lihat di tata cara sholat dhuha. Adapun untuk do'a setelah dhuha dapat anda lihat di postingan do'a setelah sholat dhuha.
Dengan ini kita mengetahui betapa dahsyatnya sholat dhuha yang Allah SWT perintahkan kepada kita, betapa sholat sunah yang satu ini sayang untuk dilewatkan.

Semoga postingan tentang sholat dhuha ini bermanfaat untuk kita semua. Pesan penulis, jadikanlah sholat dhuha sebagai amalan untuk memperoleh kejayaan di duniamu apalagi di akhiratmu.

Tata Cara Sholat Dhuha

Tata cara sholat dhuha / Bacaan sholat dhuha
Tata cara sholat dhuha /  bacaan sholat dhuha sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW:

1.  Berniat untuk melaksanakan shalat sunat Dhuha. Niat dibaca setiap 2 rakaat 1 salam.
2.  Membaca surah Al-Fatihah
3.  Membaca surah Asy-Syamsu (QS:91) pada rakaat pertama, atau cukup dengan membaca surah Al-Kafirun (QS:109) jika tidak hafal surah Asy-Syamsu.
4.  Membaca surah Adh-Dhuha (QS:93) pada rakaat kedua, atau cukup dengan   membaca surah Al-Ikhlas (QS:112) jika tidak hafal surah Adh-Dhuha.
5.  Rukuk, iktidal, sujud, duduk dua sujud, tasyahud dan salam adalah sama sebagaimana tata cara pelaksanaan shalat fardhu.
6.  Tutuplah dengan do'a setelah sholat dhuha. Boleh juga menggunakan do'a sesuai keinginan anda.

Sebagaimana shalat sunat pada umumnya, Sholat Dhuha dikerjakan dengan 2 rakaat 2 rakaat, artinya pada setiap 2 rakaat harus diakhiri dengan 1 kali salam.

Keutamaan Sholat Dhuha

Keutamaan Sholat Dhuha
Keutamaan sholat dhuha yang ada dalam beberapa hadits Nabi yang telah sering kita dengar diantaranya:

1. Sebagai sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia
Abu Dzar Al-Ghifari RA berkata, bahwasanya  Nabi Muahammad saw bersabda:
“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala” (HR Muslim).

2. Memperoleh keuntungan (ghanimah) yang besar
Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:
Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang.
Nabi saw berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.

Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).

Lalu Rasulullah saw berkata; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?”
Mereka menjawab; “Ya!
Rasulullah saw berkata lagi:
“Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya.” (Shahih al-Targhib: 666)

3. Dibangunkan istana di surga
Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan istana di  surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw:
“Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan istana di surga.” (Shahih al-Jami`: 634)

4. Akan dicukupkan kebutuhannya di sore hari
Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata:
Allah ta`ala berkata: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).

Dalam sebuah riwayat juga disebutkan: “Innallaa `azza wa jalla yaqulu: Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi’arba`i raka`at ukfika bihinna akhira yaumika”
(Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berkata: “Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore harimu”).

5. Seperti Pahala Umrah

Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barang siapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah…” (Shahih al-Targhib: 673).

Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda:
“Barang siapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna..” (Shahih al-Jami`: 6346).

6. Diampunkan Dosa
“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan istiqomah, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)

Sejatinya masih banyak lagi keutamaan sholat dhuha yang tidak disebutkan dan tak terungkapkan. Allah SWT lah yang berkehendak atas segala sesuatu, baik yang ada di langit maupun di bumi. Hanya Dia lah yang lebih mengetahui betapa dahsyatnya rahasia sholat dhuha yang telah diperintahkannya kepada kita. Maka kita sebagai hambaNya janganlah berputus asa, apalagi hanya karena soal rezeki. Sesungguhyna Dia lah Maha Pemberi Rezeki, jemputlah rezeki itu melalui cara yang telah diperintahkanNya. Salah satunya dengan SHOLAT DHUHA.

Sempurnakan sholat Dhuha anda dengan membaca do'a setelah sholat dhuha.

Jumlah Rakaat Sholat Dhuha

Jumlah rakaat sholat dhuha tidak ditentukan secara pasti. Namun demikian, berdasarkan keterangan sejumlah riwayat hadits yang ada, shalat Dhuha dapat dilakukan minimal dua rakaat hingga delapan rakaat atau dua belas rakaat.

Hal ini bisa kita perhatikan dalam riwayat-riwayat berikut ini dan seterusnya: Hadits di bawah ini mengisyaratkan bahwa shalat Dhuha bisa dilakukan sebanyak dua rakaat.

"Dari Abu Hurairah ra. berkata:'Kekasihku (Rasulullah Saw.) berwasiat kepadaku dengan tiga perkara: puasa tiga hari pada setiap bulan (ayyam al-bidh'), dua rakaat shalat Dhuha, dan shalat witir sebelum tfidur'." (HR Bukhari). Demikian juga dengan hadits di bawah ini. Abu Abdullah berkata, "Abu Hurairah berkata,    `Nabi Muhammad Saw. berwasiat kepadaku dengan dua rakaat dhuha." Itban bin Malik berkata, "Pada suatu pagi Rasulullah Saw. berkunjung kepadaku bersama Abu Bakar setelah siang mulai terasa panas. Maka, kami pun membuat shaf di belakang beliau (bermakmum) dan beliau shalat dua rakaat." (HR Bukhari). 

Terkadang, Rasulullah saw. melaksanakan shalat Dhuha sebanyak empat rakaat. Ini terungkap dari jawaban istri beliau, `Aisyah, atas pertanyaan Mu'adzah mengenai jumlah rakaat shalat sunah Dhuha yang dilakukan Nabi Muhammad.
Mu'adzah bertanya kepada Aisyah ra, "Berapa rakaat Rasulullah saw. shalat Dhuha?" Aisyah menjawab, "Empat rakaat dan menambah sekehendak beliau." (HR Muslim).

Hadits yang satu ini juga mengindikasikan bahwa Rasulullah suka melaksanakan shalat Dhuha lebih dari empat rakaat, sekalipun di sini tidak begitu jelas disebutkan berapa pastinya tambahan rakaat shalat Dhuha Nabi ketika beliau melakukan shalat tersebut lebih dari empat rakaat. 

Keterangan hadits seperti ini juga tampaknya menjadi indikasi bahwa tidak ada ketentuan yang tegas mengenai berapa batasan maksimal shalat Dhuha. Sekalipun demikian, kita menemukan adanya riwayat hadits-hadits lain yang menunjukkan bahwa Rasulullah melaksanakan shalat Dhuha sebanyak delapan rakaat. Berikut ini hadits-haditsnya:
...Ummu Hani binti Abu Thalib meriwayatkan bahwa ketika tahun penaklukan Makkah dia menjumpai Rasulullah Saw. ketika beliau sedang ada di tempat yang palig tinggi di Makkah. Lalu, beliau mandi dan Fatimah menghampirinya untuk membawakan baju beliau. Kemudian, beliau memakainya dan shalat sunah Dhuha delapan rakaat. Dari Said bin Abi Hindi dengan isnad yang sama berkata, "Kemudian Fatimah menghampiri beliau dan mengambilkan baju beliau. Setelah selesai mandi beliau memakai baju tersebut lalu berdiri dan shalat delapan rakaat. Itu adalah shalat Dhuha." (HR Muslim).  

Abdullah bin Harits berkata, "Aku bertanya pada masa Utsman bin Affan dan orang-orang pada saat itu sering melaksanakan shalat Dhuha, sedangkan aku tidak mendapatkan kabar tentang shalat Dhuha dari seorang pun (para sahabat Rasulullah saw) kecuali Ummu Hani yang meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. shalat Dhuha delapan rakaat." (HR Ibnu Majah). 

Hadits-hadits ini dapat menjadi keterangan tentang jumlah rakaat shalat Dhuha yang dilakukan oleh Rasulullah ketika beliau melaksanakannya lebih dari empat rakaat. Namun, bagaimanapun juga, keterangan-keterangan hadits seperti ini tampaknya tetap tidak bisa dijadikan landasan tentang ketentuan pasti jumlah maksimal rakaat shalat sunah Dhuha. 

Ada juga riwayat tentang shalat dhuha 12 rakaat. Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak 12 rakaat, maka ALLAH akan membangunkan untuknya istana di surga. [HR. Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan].

Dari hadits-hadits di atas kita dapat disimpulkan bahwa jumlah rakaat sholat dhuha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat, dilakukan secara munfarid (sendirian). Lalu, berapa rakaat shalat dhuha sebaiknya dikerjakan? 


Menurut saya, yang terbaik adalah yang istiqomah walaupun cuma 2 rakaat. Simak hadits berikut ini: Dari Aisyah r.a. berkata : Nabi pernah ditanya :Manakah amal yang paling dicintai Allah? Beliau bersabda :”Yang dilakukan secara terus menerus meskipun sedikit”. Beliau bersabda lagi :”Dan lakukanlah amal-amal itu, sekedar kalian sanggup melakukannya.” (HR. Bukhari). Semoga kita bisa istiqomah melakukan shalat dhuha ini. Aamiin...

Do'a Setelah Sholat Dhuha

Do'a setelah sholat dhuha yang lazim dipakai adalah do'a di bawah ini. Tapi kita juga bisa berdo'a sesuai keinginan dan hajat. Sebelum memulai membaca do'a hendaklah terlebih dahulu memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT dan kemudian membaca sholawat kepada nabi Muhammad SAW.


Do'a Setelah Sholat Dhuha

Do'a Setelah Sholat Dhuha


ALLAAHUMMA INNADH-DHUHAA ‘A DHUHAA ‘UKA - WAL BAHAA ‘A BAHAA
‘UKA – WAL JAMAALA JAMAALUKA – WAL QUWWATA QUWWATUKA –
WALQUDRATA QUDRATUKA – WAL ‘ISHMATA ‘ISHMATUKA.

ALLAAHUMMA IN KAANA RIZQII FIS-SAMAA ‘I FA ANZILHU – WA IN
KAANA FIL ARDI FA AKHRIJHU – WA IN KAANA MU’ASSARAN FA
YASSIRHU – WA IN KAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU – WA IN KAANA
BA’IIDAN FA QARRIBHU,

BIHAQQI DHUHAA ‘IKA, WA BAHAA ‘IKA, WAJAMAALIKA, WA QUWWATIKA, WA  QUDRATIKA. AATINII MAA ‘ATAITA ‘IBAADAKASH-SHAALIHIIN.

ARTINYA:
“Wahai ALLAH, bahwasanya waktu Dhuha itu waktu DhuhaMu – dan kecantikan
adalah kecantikanMu – dan keindahan adalah keindahanMu – dan kekuatan
adalah kekuatanMu – dan kekuasaan adalah kekuasaanMu - dan perlindungan
itu adalah perlindunganMu.

Wahai ALLAH, jika rezekiku masih di atas langit, maka turunkanlah – Dan
jikalau ada didalam bumi maka keluarkanlah – dan jikalau sulit maka
mudahkanlah – dan jika haram maka sucikanlah - dan jikalau masih jauh maka
dekatkanlah.

Dengan berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan Dan kekuasaanMu
Limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMu yang shaleh.